Pages

Sunday, July 31, 2011

TDW Mastery - Pensiun Muda Melalui Bisnis

Pensiun muda, yang penting dalam bisnis dan anda ingin pensiun muda. Model bisnis ini yang dikatakan Robert Kiyosaki, bukan berapa banyak. Tetapi yang penting seberapa cepat. Contohnya sewaktu saya ngajar di Jepang untuk nasabah City Goal, yang punya 1.000.000 US keatas tabungannya lalu di bayari oleh City Bank dan Robert Kiyosaki ngajar disana. Ada dua ratus orang waktu itu yang organiser nya. Tanya nanti si Robert Kiyosaki.
Mau ngajar apa? Itu yang di ajar sudah kaya – kaya benar, salah satu yang di ajar dia ngomong gini, anda seneng mana punya penghasilan 100.000 US atau 10.000 US? kalau bisa dua – duanya, itu sudah ikut seminar saya. Tetapi begini ketika mereka ngomong Robert saya pilih 100.000 US, “you not get the idea” pantesan kamu miskin! 1.000.000 US di anggap miskin. Robert Kiyosaki keras sekali kalau mengajar terkadang bentak orang. pantesan kamu malas dan pantesan uang kamu di taruh di City Bank. Bunganya 0,1 persen tidak di kasih bunga juga mau, celaka besok tidak mau nabung lagi. Kamu ini bukan berapa besar, tapi seberapa cepat.
Percuma kalau kamu punya duit 100.000 US, dapetnya 50 tahun. Lebih baik 10.000 US permenit, anda selalu tanya berapa cepat kita bisa menghasilkan, dan bisa sampai lebih cepat anda baru bisa pensiun! Kalau anda tidak waspada tentang waktu anda tidak bisa sukses.

Action Plan :
1. Umur berapa Anda ingin pensiun?
2. Bagaimana Model bisnis Anda?
3. Seberapa cepat?

Demikian dari Saya, Jika Anda ingin mendapatkan informasi lebih banyak lagi, Anda bisa mendapatkannya secara Gratis sebuah eBook TDW University – Business Session karya mentor Saya Tung Desem Waringin sebuah panduan untuk meningkatkan kekayaan Anda. Segera klik TDW Mastery,
Anda bisa mendapatkannya di sini :
http://tdwmastery.com/bm/?id=43871

Lupa…

7 DOSA (Mahatma Gandhi)

1. Politik tanpa prinsip

2. Kekayaan tanpa pekerjaan

3. Kemiskinan tanpa hati nurani

4. Pengetahuan tanpa watak

5. Perdagangan tanpa moral

6. Ilmu tanpa kemanusiaan

7. Ibadat tanpa pengorbanan diri

Banyak orang lupa, darimana dia berasal dan kemana dia akan berakhir…terjebak diantara kebohongan yang manis dan hangat atau kebenaran yang dingin dan pahit, manusia bisa berubah dari sebentuk janin menjadi kulit keriput tertatih, pencuri menjadi si soleh, pemalu menghamili teman gadisnya, badut menjadi menteri, setan dan malaikat tak akan pernah berhenti bekerja!

Dari hari ke hari semakin banyak terlihat orang-orang yang rakus dan tamak, menghalalkan segala cara untuk memperoleh kesenangan, penghargaan, harta, kekuasaan, bahkan ironisnya untuk mendapatkan cinta, mata mereka gelap, mereka yang menipu disebut cerdas, sementara mereka yang jujur disebut bodoh! Menjadi sangat menyakitkan adalah berada ditengah-tengah itu semua, tanpa bisa berbuat apa-apa!

Tuesday, July 26, 2011

Suatu Saat Sepi dan Berlalu…

Sekalipun di tengah keramaian orang berlalu-lalang, tidak pernah aku melihat orang berjalan di atas orang, akan selalu ada ruang kosong yang ditinggalkan, yang kemudian terisi, begitu terus-menerus, sampai satu saat sepi, dan berlalu, lalu hilang sama sekali. Tapi jarang kita sadari hal itu, di dalam hidup ini kita sering, atau bahkan selalu ingin merebut hak orang lain. Kita terlalu takut tidak mendapatkan apa-apa. Semua punya tugas sendiri-sendiri di dunia ini, semua punya tempat, sesederhana apapun, sekecil apapun itu, tetap memiliki nilai, sampai datang ketiadaan, waktu telah habis, maut menjemputnya…dan tempat yang kita tinggalkan pasti akan diisi oleh yang lain…

Nafsu memiliki membuat aku kehilangan kalbu. Di saat tidak punya, nafsuku memberi perintah untuk menipu, dan mencuri, jika aku tetap tidak punya, nafsuku menyuruhku untuk merusak, dan melukai! Jika aku sudah punya, nafsuku berkata bahwa itu belum cukup, aku kembali menipu dan mencuri! Kita lahir ke dunia tanpa membawa apapun, begitu pun saat kita mati, tapi kenapa kita begitu ketakutan, penuh kebencian dan dendam jika kita kehilangan.

Sering kali aku mau orang lain sesuai dengan keinginanku, bapakku harus seperti ini, ibuku harus begini, saudara-saudaraku harus begitu, juga teman, guru, tetangga, tukang ojek atau dunia ini berpihak kepadaku, tapi ketika aku becermin, aku melihat tubuhku sendiri, baru kusadari bahwa aku pun tidak berkuasa penuh terhadapnya, aku tidak dapat menghentikan denyut jantungku, memerintahkan rambutku untuk berhenti tumbuh, menahan mataku untuk tidak berkedip, menyuruh telingaku untuk berhenti mendengar, hanya jiwa dan pikiranku yang benar-benar aku miliki…